Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Presiden Prabowo menekankan pentingnya mempercepat program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, khususnya pembangkit listrik berbasis diesel yang masih banyak beroperasi di wilayah terpencil.
Untuk menanggapi tantangan ini, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis:
- Pengalihan anggaran: Alokasi dana sebesar Rp 15 triliun dialokasikan khusus untuk pembangunan PLTS selama lima tahun ke depan.
- Percepatan perizinan: Prosedur perizinan proyek PLTS dipersingkat dari rata-rata 12 bulan menjadi maksimal 4 bulan.
- Insentif fiskal: Pemberian tax holiday dan pengurangan bea masuk bagi peralatan panel surya serta inverter.
Target pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang PLTS sebesar 5.000 MW pada akhir 2028, yang diharapkan dapat menggantikan setidaknya 70% pembangkit diesel yang ada saat ini.
Langkah-langkah implementasi meliputi:
- Identifikasi lokasi prioritas dengan kebutuhan listrik tinggi dan akses bahan bakar diesel terbatas.
- Pelaksanaan tender terbuka untuk kontraktor lokal dan internasional.
- Pelatihan tenaga kerja lokal dalam instalasi dan pemeliharaan sistem PV.
- Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan performa optimal.
Jika target tercapai, Indonesia diproyeksikan dapat menghemat hingga Rp 3,5 triliun per tahun dari pengurangan penggunaan diesel, sekaligus menurunkan emisi CO₂ sebesar 12 juta ton setiap tahunnya.
Pemerintah juga mengajak sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendanaan serta pengelolaan proyek PLTS, guna menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan.




