Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Surabaya – Angkasa Pura I (AP I) mengumumkan dimulainya proyek perbaikan total landasan pacu Bandara Internasional Juanda pada Kamis, 28 Januari 2024. Proyek ini mencakup pengaspalan ulang sepanjang tiga kilometer dengan target selesai dalam 23 bulan. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi keretakan dan bopeng yang telah lama mengganggu kelancaran proses landing dan take‑off pesawat.
Proyek Perbaikan Total
Pengaspalan ulang akan dilakukan secara menyeluruh, menggunakan teknologi aspal modern yang memungkinkan penempatan hingga 150 ton material per malam. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada jam 22.00–05.00, saat aktivitas penerbangan menurun, sehingga tidak mengganggu operasional bandara. General Manager AP I Juanda, Yuwono, menegaskan bahwa tidak akan ada penutupan total jam operasional; hanya area runway yang akan tertutup sementara untuk mesin berat.
- Panorama proyek: 3 km panjang runway.
- Durasi: sekitar 23 bulan, dimulai Januari 2024.
- Jam kerja: 22.00–05.00, dengan tonase aspal hingga 150 ton per malam.
- Tujuan utama: meningkatkan keselamatan penerbangan dan memastikan permukaan landasan kembali mulus.
Jadwal dan Dampak pada Penumpang
Karena pengerjaan akan memakan waktu lebih dari satu setengah tahun, penumpang yang telah memesan penerbangan setelah pukul 22.00 antara Mei 2016 hingga Februari 2018 (periode yang diacu dalam pemberitahuan sebelumnya) diminta untuk menyesuaikan jadwal. Meskipun demikian, Yuwono menegaskan bahwa aktivitas penerbangan reguler, termasuk peningkatan volume penumpang pada akhir pekan, tetap dapat berjalan lancar. Informasi penyesuaian jadwal telah disosialisasikan melalui forum bandara yang melibatkan stakeholder terkait.
Teknologi Aspal dan Keamanan
Landasan pacu yang bopeng dapat meningkatkan risiko kegagalan struktural saat pendaratan atau lepas landas, terutama pada cuaca buruk. Dengan pengaspalan ulang, struktur runway akan menjadi lebih homogen, mengurangi getaran dan mengoptimalkan daya cengkram roda pesawat. Penggunaan material aspal terbaru juga memberikan ketahanan terhadap suhu ekstrem dan beban berat, memperpanjang umur pakai runway hingga 15 tahun setelah selesai.
Perspektif Global: Pesawat Luar Angkasa dan Kebutuhan Infrastruktur
Di tengah upaya perbaikan infrastruktur penerbangan domestik, dunia penerbangan juga menyaksikan perkembangan signifikan dalam bidang pesawat luar angkasa. China menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2030, Israel dan India juga meluncurkan program pesawat luar angkasa yang menuntut landasan dengan standar presisi tinggi. Meskipun Bandara Juanda belum direncanakan menjadi basis operasional untuk pesawat luar angkasa, peningkatan kualitas runway menjadi langkah penting dalam menyiapkan infrastruktur yang dapat mendukung teknologi penerbangan generasi berikutnya.
Pengalaman negara-negara yang sedang mengembangkan kendaraan luar angkasa menunjukkan pentingnya runway yang kuat, tahan lama, dan bebas celah. Hal ini sejalan dengan visi AP I untuk menjadikan Juanda sebagai bandara kelas dunia yang tidak hanya melayani penerbangan komersial, tetapi juga siap mendukung proyek-proyek inovatif di masa depan.
Secara keseluruhan, proyek perbaikan landasan pacu Juanda menandai investasi strategis dalam keselamatan dan efisiensi operasional, sekaligus menyiapkan fondasi yang lebih solid bagi potensi integrasi teknologi penerbangan canggih, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan program luar angkasa regional.




