Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | JP Morgan dalam laporan terbarunya menilai Indonesia berhasil menembus peringkat kedua dunia dalam hal ketahanan menghadapi krisis energi. Penilaian tersebut didasarkan pada kombinasi faktor diversifikasi sumber energi, investasi pada energi terbarukan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung transisi energi.
| Tahun | Porsi Energi Terbarukan (%) | Investasi Energi Terbarukan (USD Miliar) |
|---|---|---|
| 2015 | 10 | 3.2 |
| 2018 | 14 | 4.5 |
| 2021 | 18 | 6.1 |
| 2024 | 22 | 8.3 |
Beberapa kebijakan kunci yang mempercepat proses ini antara lain:
- Penerapan skema tarif feed‑in tariff yang mengamankan pendapatan bagi pengembang energi terbarukan.
- Pembentukan Badan Pengatur Jalan Tol Energi (BPJTE) untuk mempercepat penyambungan jaringan listrik di wilayah terpencil.
- Insentif pajak bagi investasi di sektor surya, angin, dan bioenergi.
- Target pemerintah untuk menurunkan intensitas energi fosil sebesar 30 % pada tahun 2030.
Para pakar menilai bahwa langkah ini tidak hanya meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru dan mengurangi emisi karbon nasional. Dengan posisi sebagai negara kedua di dunia yang tahan krisis energi, Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara‑negara berkembang lainnya.




