Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Ruang rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kopdes) pada hari Senin lalu menegaskan keputusan menghilangkan materi latihan menembak dari program pembekalan calon manajer KDKMP dan KNMP. Keputusan ini direspons langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, yang menekankan bahwa materi yang diberikan sebaiknya lebih terfokus pada kompetensi manajerial.
Puan Maharani menilai bahwa peran seorang manajer di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah lebih memerlukan kemampuan kepemimpinan, perencanaan strategis, serta pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan. “Kita tidak perlu menambah beban dengan latihan menembak yang tidak relevan dengan tugas utama mereka,” ujar Puan dalam konferensi pers singkat.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh Puan Maharani terkait perubahan kurikulum pembekalan:
- Materi manajerial menjadi prioritas utama, mencakup perencanaan proyek, pengambilan keputusan, dan etika kerja.
- Latihan fisik tetap dipertahankan, namun difokuskan pada kebugaran umum dan keamanan kerja.
- Penilaian kompetensi akan lebih menekankan pada simulasi kasus nyata yang dihadapi oleh manajer di lapangan.
- Penerapan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program pembekalan.
Keputusan ini mendapat sambutan beragam dari kalangan internal. Sebagian mengapresiasi penekanan pada kemampuan manajerial, sementara yang lain mengkritik hilangnya aspek disiplin fisik yang dianggap penting dalam pembentukan karakter kepemimpinan.
Meski demikian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa perubahan kurikulum akan segera diimplementasikan dalam batch berikutnya, dengan harapan dapat menghasilkan manajer yang lebih siap menghadapi tantangan birokrasi modern.




