Frankenstein45.Com – 30 Maret 2026 | Surabaya – Sebuah layanan unik yang menggabungkan jasa penjemputan (jastip) nyekar serta perawatan makam mulai menggaung di media sosial. Inisiatif ini dipelopori oleh Laifa, seorang wirausahawan lokal yang menawarkan paket lengkap dengan tarif standar Rp 50.000 untuk penjemputan dan perawatan, serta tambahan Rp 50.000 untuk pembacaan doa khusus.
Latar Belakang Layanan
Tradisi nyekar atau mengunjungi makam keluarga menjadi bagian penting dalam budaya Jawa, terutama pada peringatan hari kematian (yasin) atau bulan Ramadan. Namun, mobilitas tinggi dan kesibukan pekerjaan membuat sebagian masyarakat kesulitan melaksanakan ritual tersebut tepat waktu. Menyikapi kebutuhan ini, Laifa meluncurkan layanan “Jastip Nyekar & Rawat Makam” yang mencakup penjemputan jenazah (nyekar), pembersihan, penataan bunga, serta perawatan rutin makam selama periode tertentu.
Model Tarif dan Layanan
Menurut keterangan Laifa, struktur tarif dirancang simpel agar terjangkau. Paket dasar mencakup:
- Penjemputan dan transportasi jenazah atau barang peringatan ke lokasi makam.
- Pembersihan batu nisan, penyiraman tanaman, dan penataan bunga.
- Layanan kunjungan rutin (minimal dua kali seminggu) selama satu bulan.
Biaya untuk paket dasar ditetapkan sebesar Rp 50.000. Pelanggan yang menginginkan pembacaan doa khusus, seperti doa ayat-ayat Al‑Quran atau doa khusus keluarga, dapat menambahkan Rp 50.000. Total biaya menjadi Rp 100.000 per paket bulanan.
Respons Publik dan Media Sosial
Sejak pertama kali diunggah pada platform TikTok dan Instagram pada awal pekan lalu, video demonstrasi layanan Laifa menarik ribuan komentar dan dibagikan lebih dari 200 ribu kali. Banyak pengguna mengapresiasi kemudahan yang diberikan, terutama bagi mereka yang tinggal di luar kota atau memiliki keterbatasan fisik.
Beberapa netizen menilai tarif tersebut masih terjangkau mengingat layanan yang diberikan bersifat lengkap dan personal. Di sisi lain, ada pula komentar skeptis yang menyoroti pentingnya memastikan kualitas layanan, terutama dalam hal kebersihan dan kepatuhan pada tata cara keagamaan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Fenomena ini tidak hanya menimbulkan diskusi tentang tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi mikro di sektor layanan keagamaan. Menurut pengamatan lapangan, Laifa telah melibatkan tiga orang sopir, dua petugas kebersihan, dan satu pemuka agama lokal untuk melaksanakan doa. Model bisnis ini berpotensi memperluas jaringan kerja serta menstimulasi pertumbuhan usaha serupa di kota‑kota lain.
Selain itu, layanan ini juga berkontribusi pada pelestarian tradisi nyekar di era digital. Dengan memanfaatkan platform media sosial, Laifa berhasil menjangkau generasi milenial yang lebih akrab dengan teknologi, sekaligus menjaga nilai‑nilai budaya yang selama ini diwariskan secara turun‑temurun.
Regulasi dan Tantangan
Walaupun layanan ini bersifat komersial, Laifa menegaskan bahwa semua prosedur dijalankan sesuai dengan peraturan daerah Surabaya terkait pengelolaan tempat pemakaman. Ia juga bekerja sama dengan pihak pengurus makam setempat untuk memastikan tidak ada pelanggaran tata tertib.
Tantangan utama yang dihadapi antara lain menjaga konsistensi kualitas layanan, terutama pada musim‑musim padat seperti Idul Fitri dan Ramadan, serta mengelola ekspektasi pelanggan yang mungkin mengharapkan layanan gratis.
Secara keseluruhan, inisiatif Laifa menunjukkan bagaimana kreativitas wirausaha dapat menjawab kebutuhan tradisional di tengah dinamika kehidupan modern. Dengan tarif yang transparan dan layanan yang terintegrasi, ia berhasil mengubah praktik nyekar menjadi lebih mudah diakses tanpa mengurangi nilai spiritual yang melekat.
Ke depannya, diperkirakan akan muncul variasi layanan serupa di kota‑kota lain, terutama di wilayah dengan populasi Muslim yang besar. Pengawasan regulasi dan edukasi konsumen akan menjadi faktor kunci untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas layanan ini.







