Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Sejak pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) untuk menekan penyebaran Covid‑19, sejumlah sektor di Jawa Barat tetap beroperasi dengan jadwal dan layanan penuh.
Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa layanan publik, termasuk layanan kesehatan, perizinan, transportasi, serta administrasi kependudukan, tidak mengalami penurunan kualitas atau penutupan sementara. Petugas lapangan tetap melakukan tugasnya di lokasi masing‑masing, sementara staf pendukung bekerja secara daring.
Berikut beberapa contoh layanan yang tetap tersedia secara normal:
- Layanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, dengan jam operasional tetap dan penambahan fasilitas telekonsultasi.
- Penerbitan KTP, akta kelahiran, dan surat izin lainnya di kantor kecamatan dan kelurahan, dengan prosedur antrean yang diatur untuk menjaga jarak sosial.
- Transportasi umum seperti angkutan kota (angkot) dan bus kota yang tetap melayani penumpang dengan protokol kesehatan.
- Layanan pendidikan, termasuk bimbingan belajar daring dan kelas tatap muka terbatas di sekolah yang telah disesuaikan.
Untuk memastikan keamanan, semua petugas diwajibkan memakai masker, menjaga kebersihan tangan, dan melakukan pemeriksaan suhu secara rutin. Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan fasilitas tes cepat bagi pegawai yang menunjukkan gejala.
Data yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Publik Jawa Barat menunjukkan bahwa selama periode WFH, jumlah permohonan perizinan meningkat 12 % dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kelancaran layanan.
Dengan kombinasi kerja daring bagi bagian administrasi dan kehadiran fisik bagi layanan yang memerlukan interaksi langsung, pemerintah berharap dapat mempertahankan keberlangsungan layanan publik tanpa mengorbankan upaya pencegahan penyebaran virus.




