Layangkan Tendakan Kungfu di EPA Liga 1 U20, Sahroni Minta Pemain Bhayangkara FC Dipidana dan Dipecat
Layangkan Tendakan Kungfu di EPA Liga 1 U20, Sahroni Minta Pemain Bhayangkara FC Dipidana dan Dipecat

Layangkan Tendakan Kungfu di EPA Liga 1 U20, Sahroni Minta Pemain Bhayangkara FC Dipidana dan Dipecat

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Dalam laga EPA Liga 1 U20 yang berlangsung pada 26 April 2024, seorang pemain Bhayangkara FC menampilkan aksi yang menimbulkan kehebohan. Di tengah pertandingan, pemain tersebut melontarkan tendangan yang menyerupai gerakan kungfu, menabrak lawan secara berlebihan dan menimbulkan cedera.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari anggota DPR RI, Sahroni, yang menilai tindakan itu bukan lagi sekadar permainan melainkan bentuk penganiayaan. Sahroni menyatakan kekecewaannya dan menuntut agar pelaku dikenai sanksi tegas, termasuk dipidana dan dipecat dari klub.

Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Sahroni:

  • Penindakan hukum pidana terhadap pemain yang melakukan kekerasan di lapangan.
  • Pembayaran ganti rugi kepada korban cedera.
  • Pencabutan kontrak pemain oleh Bhayangkara FC secara otomatis.
  • Penerapan sanksi disiplin tambahan bagi tim yang tidak menindaklanjuti.

Pihak Bhayangkara FC belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut, namun klub dijadwalkan mengadakan rapat internal untuk menilai tindakan disipliner yang tepat. Sementara itu, Komite Disiplin PSSI menyiapkan prosedur investigasi guna menilai apakah insiden ini melanggar kode etik pemain.

Kasus ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola muda. Beberapa pihak mengingatkan pentingnya kontrol emosi dan penegakan aturan keselamatan dalam kompetisi usia muda, sementara yang lain menilai bahwa hukuman yang diusulkan terlalu berat bagi seorang atlet muda.

Jika sanksi yang diminta Sahroni terwujud, hal ini dapat menjadi preseden penting bagi penegakan disiplin dalam sepak bola Indonesia, khususnya pada level akademi dan kompetisi usia junior.