Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI
Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI

Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI

Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Pada tanggal 26 Mei 2024, sebuah ledakan kecil terjadi di dalam Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Intan Jaya, Papua. Ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menimbulkan kepanikan di antara jemaat.

Setelah kejadian, tim gabungan Komando Operasi Pengamanan (Koops) TNI dan Badan Keamanan (Habema) segera melakukan penyelidikan lapangan. Hasil temuan awal menunjukkan bahwa benda yang meledak merupakan granat jenis non‑militer, bukan peralatan militer resmi TNI.

  • Granat yang ditemukan tidak memiliki tanda pengenal militer.
  • Serial nomor dan komposisi bahan peledak tidak cocok dengan standar amunisi TNI.
  • Petugas forensik mengidentifikasi bahwa granat tersebut kemungkinan berasal dari pasar gelap atau penyelundupan.

Komandan Koops Habema menegaskan, “Kami telah melakukan analisis menyeluruh dan dapat memastikan bahwa granat tersebut bukan milik TNI. Kami akan terus melacak asal‑usulnya demi keamanan masyarakat.”

Pihak kepolisian setempat juga terlibat dalam penyelidikan dan telah meminta warga untuk melaporkan setiap informasi terkait keberadaan bahan peledak ilegal. Gereja tersebut sementara ditutup untuk proses pembersihan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Reaksi masyarakat Intan Jaya mencerminkan keprihatinan mendalam. Banyak jemaat mengungkapkan rasa takut akan kemungkinan kejadian serupa di masa depan, sekaligus menuntut tindakan tegas dari aparat keamanan.

Kasus ini menambah daftar insiden keamanan di wilayah Papua yang selama ini menjadi sorotan. Pemerintah daerah berjanji akan meningkatkan patroli dan koordinasi antar‑instansi untuk mencegah peredaran senjata ilegal.