Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menilai bahwa perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia. Gubernur Lemhannas Ace, Hasan Syadzily, menyampaikan harapannya agar jeda konflik dapat terus berlanjut, mengingat konsekuensi serius yang dapat muncul bila perang bereskalasi.
- Harga minyak dunia yang dapat melambung tajam.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang di pasar emerging.
- Gangguan rantai pasokan energi dan bahan baku industri.
- Ketidakpastian politik yang memicu arus modal keluar dari kawasan rentan.
Berikut rangkuman perkiraan dampak ekonomi bila gencatan senjata tidak diperpanjang:
| Indikator | Tanpa Perpanjangan | Dengan Perpanjangan |
|---|---|---|
| Harga Brent (USD/Barrel) | >100 | ≈80 |
| Volatilitas IDX | ↑ 25% | Stabil |
| Arus Investasi FDI (USD Miliar) | -2,5 | +0,8 |
Syadzily menekankan bahwa selain faktor ekonomi, perpanjangan gencatan senjata juga dapat menurunkan risiko militerisasi wilayah strategis, memperkecil peluang terjadinya konflik berskala lebih luas, serta memberikan ruang diplomatik bagi pihak-pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang.
Dengan latar belakang tersebut, Lemhannas mengajak semua pemangku kepentingan internasional untuk menegakkan gencatan senjata yang lebih lama, sebagai langkah preventif demi tercapainya stabilitas global yang berkelanjutan.




