Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan bahwa peningkatan keterampilan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menentukan arah masa depan bangsa Indonesia. Menurutnya, kemampuan teknis dan non‑teknis warga tidak hanya berperan dalam meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi faktor penentu daya saing nasional di era globalisasi.
Dalam pernyataannya, Moerdijat menyoroti tiga bidang utama yang harus diprioritaskan: pendidikan vokasi, pelatihan kerja berkelanjutan, dan akses terhadap teknologi digital. Ia mengingatkan bahwa tanpa keterampilan yang memadai, upaya pembangunan infrastruktur atau program ekonomi tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Berikut rangkuman poin‑poin penting yang disampaikan:
- Pendidikan Vokasi: Perluasan program kejuruan di tingkat SMA/SMK serta kerja sama dengan industri untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.
- Pelatihan Kerja Berkelanjutan: Program retraining bagi pekerja yang terdampak otomatisasi, termasuk bagi sektor informal.
- Akses Teknologi Digital: Penyediaan fasilitas internet broadband di daerah terpencil dan pelatihan literasi digital bagi semua usia.
Moerdijat juga mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta dunia usaha untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung subsidi bagi pelatihan, serta insentif bagi perusahaan yang mengembangkan program upskilling bagi karyawannya.
Dengan menempatkan keterampilan sebagai prioritas, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisi dalam rantai nilai global, meningkatkan pendapatan per kapita, dan mengurangi tingkat pengangguran, terutama di kalangan muda. Moerdijat menutup dengan harapan bahwa semangat pembelajaran seumur hidup akan menjadi budaya nasional yang menuntun Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera.




