Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Harga avtur (bahan bakar pesawat) mengalami lonjakan signifikan pada kuartal pertama 2024, memaksa maskapai penerbangan di Indonesia menanggung kerugian mencapai miliaran rupiah. Kenaikan ini dipicu oleh faktor global seperti kenaikan harga minyak mentah, gangguan rantai pasok, serta fluktuasi nilai tukar.
| Tahun | Harga Avtur (USD/galon) |
|---|---|
| 2022 | 0,65 |
| 2023 | 0,70 |
| 2024 (Q1) | 0,95 |
Akibat kenaikan tersebut, maskapai melaporkan kerugian operasional antara Rp 500 miliar hingga Rp 1,2 triliun dalam tiga bulan terakhir. Untuk menutupi defisit, beberapa maskapai terpaksa menambah biaya tambahan (fuel surcharge) pada tiket penumpang, yang berpotensi menurunkan minat wisatawan.
Alvin Lie, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, dalam sebuah konferensi pers menuntut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar segera mengambil kebijakan yang dapat meredam beban biaya bahan bakar. Ia menekankan bahwa penetapan kembali tarif surcharge yang transparan serta kebijakan insentif pajak dapat membantu maskapai mengurangi kerugian.
- Penetapan fuel surcharge yang adil dan terkoordinasi antar maskapai.
- Pemberian subsidi atau pengurangan pajak bahan bakar untuk sektor penerbangan.
- Negosiasi kontrak jangka panjang dengan pemasok avtur untuk mengunci harga.
Jika tidak ada tindakan cepat, para penumpang diprediksi akan menghadapi kenaikan tarif tiket yang lebih tinggi, sementara industri penerbangan dapat mengalami penurunan profitabilitas yang signifikan.




