Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menorehkan prestasi di arena internasional melalui keberhasilan para lulusan Program Studi Sains Data yang berhasil mempublikasikan hasil risetnya pada sebuah jurnal bereputasi Q1 di bidang Kecerdasan Buatan (AI). Publikasi ini menandai tonggak penting bagi program studi yang berfokus pada analisis data, pembelajaran mesin, dan solusi AI yang aplikatif.
Penelitian yang diterbitkan mengangkat topik deep learning untuk deteksi dini penyakit kulit menggunakan citra dermatoskopik. Metodologi yang dikembangkan meliputi arsitektur jaringan saraf konvolusional (CNN) yang dioptimalkan dengan teknik augmentasi data dan regularisasi, menghasilkan akurasi lebih dari 92% pada dataset uji yang beragam. Hasil tersebut tidak hanya menunjukkan keunggulan teknis, tetapi juga potensi penerapan klinis yang signifikan.
Jurnal yang memuat artikel tersebut merupakan jurnal Q1 menurut peringkat Scimago Journal Rank (SJR) dan terindeks dalam database Scopus, menempatkannya pada kuartil teratas di kategori Artificial Intelligence. Dengan faktor dampak (impact factor) yang terus naik, jurnal ini menjadi platform strategis bagi peneliti yang ingin menampilkan temuan inovatif kepada komunitas ilmiah global.
Ketua Program Studi Sains Data, Dr. Ahmad Rizki, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan lembaga kesehatan. “Keberhasilan ini mencerminkan kualitas kurikulum kami yang berorientasi pada proyek nyata serta dukungan infrastruktur digital yang kuat di UNM,” ujar Dr. Rizki.
Selain publikasi utama, tim riset juga mengajukan materi pada konferensi internasional terkemuka, dimana mereka mendapatkan umpan balik konstruktif untuk pengembangan lebih lanjut. Beberapa mahasiswa yang terlibat, antara lain Rina Sari dan Budi Hartono, berencana melanjutkan studi ke jenjang doktoral dengan fokus pada AI dalam bidang medis.
Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi UNM sebagai kampus digital bisnis yang menghasilkan lulusan siap pakai di pasar global, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama internasional untuk riset lintas disiplin.




