Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Penjaga gawang asal Indonesia, Maarten Paes, menutup musim 2025/2026 Eredivisie dengan catatan bersih namun harus menelan kekecewaan. Pada laga penutup melawan SC Heerenveen di tanggal 17 Mei 2026, Paes mencatat clean sheet ke-5 dalam 11 penampilan, melakukan empat penyelamatan krusial, sembilan recoveries, dan tiga sapuan. Meskipun penampilannya dinilai tinggi dengan rating 8,1, Ajax Amsterdam hanya mampu menahan hasil imbang 0-0, yang menjerumuskan mereka ke posisi kelima klasemen akhir.
Statistik Paes dan Dampaknya pada Ajax
Selama 34 putaran Liga Belanda, Paes tampil dalam 11 pertandingan, mencatat total 45 penyelamatan dan menambah nilai pertahanan tim dengan distribusi bola yang akurat. Ia berhasil melakukan tiga umpan silang yang berhasil mencapai rekan setim, meski tidak berujung gol. Keberhasilan menghalau peluang lawan, terutama pada menit-menit penting melawan Heerenveen, memperlihatkan kualitas individu yang kini menjadi andalan Ajax di lini belakang.
Konsekuensi Klasemen dan Kualifikasi Eropa
Kekalahan menahan gol tidak cukup untuk menyalip rival. NEC Nijmegen dan FC Twente menempati peringkat tiga dan empat dengan poin 59 dan 58, masing-masing, sementara Ajax mengumpulkan 56 poin. Akibatnya, Ajax kehilangan tiket kualifikasi Babak III Liga Champions dan harus bersaing di UEFA Conference League melalui play‑off. Posisi kelima ini merupakan catatan terendah klub dalam tiga kesempatan sejak pergantian milenium, menandai penurunan performa yang signifikan.
Perbandingan dengan Rekan Timnas Indonesia Lainnya
Di antara pemain Timnas Indonesia yang berkompetisi di Eropa, Paus menempati posisi yang relatif kurang menguntungkan. Calvin Verdonk bersama Lille berhasil memastikan tempat di Liga Champions, menjadi pemain Indonesia pertama yang melakukannya. Sementara Emil Audero masih berjuang menyelamatkan Cremonese dari zona degradasi, dan Kevin Diks bersama Bayer Leverkusen berada di zona menengah Bundesliga. Paes, meski tampil solid, harus puas dengan tiket Conference League, menempatkannya di zona kompetisi Eropa paling bawah.
Spekulasi Bursa Transfer Musim Panas 2026
Manajemen Ajax tetap aktif mencari opsi penguatan gawang meski Paes menunjukkan performa gemilang. Nama‑nama kiper top Eropa muncul dalam rumor, sementara Paes diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama jika tidak ada transfer masuk. Di sisi lain, pemain Indonesia lain seperti Jay Idzes dan Emil Audero juga menjadi incaran klub-klub besar, menambah dinamika pasar transfer musim panas yang semakin kompetitif.
Kesimpulannya, Maarten Paes membuktikan dirinya sebagai kiper yang dapat diandalkan, namun sepak bola tetap permainan tim. Ketidakmampuan Ajax dalam mencetak gol pada laga krusial menahan mereka dari zona Liga Champions, meski penyelamatan Paes hampir tak terhitung. Musim depan, tekanan akan semakin besar bagi Paes dan rekan‑rekan setim untuk mengembalikan Ajax ke jalur kompetisi elit Eropa.




