Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Macau terus menegaskan posisinya sebagai pusat perjudian terbesar di dunia sambil mengembangkan sektor non‑gamingnya. Pada kuartal pertama 2026, pemerintah kota mencatat pendapatan fiskal sebesar MOP25,80 miliar (sekitar US$3,20 miliar) dari pajak gaming, meningkat 15,9 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencerminkan kontribusi hampir 90 % dari total pendapatan pemerintah yang tercatat MOP28,73 miliar selama tiga bulan hingga 31 Maret.
Lonjakan Pendapatan Pajak Gaming
Data terbaru dari Financial Services Bureau menunjukkan pajak gaming pada bulan Maret mencapai MOP8,87 miliar, naik 2,1 % secara bulanan. Gross Gaming Revenue (GGR) kasino pada bulan Februari tercatat MOP20,63 miliar, meningkat 4,5 % tahun‑ke‑tahun. Dengan sistem konsesi 10‑tahun yang dimulai pada 1 Januari 2023, tarif pajak efektif atas GGR kasino mencapai 40 %.
Pemerintah Macau memproyeksikan total pendapatan pajak gaming tahun 2026 mencapai MOP92,53 miliar, dan pencapaian kuartal pertama sudah menyumbang 27,9 % dari target tahunan.
EBITDA Industri Gaming Mengalami Keterlambatan Pertumbuhan
Meski GGR naik 14,3 % pada kuartal pertama, pertumbuhan EBITDA industri gaming tercatat hanya 7‑8 % secara tahunan. Analis CLSA dan Citigroup menyebutkan bahwa perbedaan antara pertumbuhan GGR dan EBITDA dipengaruhi oleh perubahan komposisi pemain (VIP versus mass market) dan tingkat reinvestasi pemain.
Citigroup memperkirakan EBITDA sektor mencapai US$2,067 juta dengan margin sekitar 27 %, sementara CLSA mencatat margin EBITDA sebesar 25,3 %. Penurunan margin sebagian disebabkan oleh penurunan kontribusi VIP, yang biasanya memberikan margin lebih tinggi, serta peningkatan biaya operasional untuk investasi premium pada fasilitas kasino.
Di antara enam operator kasino, Sands China menunjukkan peningkatan EBITDA terbesar, diperkirakan naik 20 % menjadi US$643 juta, didorong oleh peluncuran fase pertama Londoner Grand di Cotai. Sebaliknya, SJM Holdings diprediksi mengalami penurunan EBITDA sebesar 6 % menjadi HKD903 juta (US$115,3 juta) karena performa VIP yang kurang menguntungkan.
Macau Menjadi Pusat Peluncuran Produk Premium: Kasus RéVive
Selain sektor perjudian, Macau juga mengukuhkan diri sebagai destinasi belanja mewah, terbukti dari peluncuran eksklusif produk anti‑aging RéVive bekerja sama dengan DFS. Acara yang berlangsung pada 8‑10 April 2026 di Shoppes at Four Seasons dan T‑Galleria Beauty by DFS Galaxy menampilkan teknologi kulit terbaru, termasuk inovasi RVGF yang menggabungkan bio‑peptida dengan sistem reparasi seluler.
Acara tersebut menargetkan konsumen kelas atas dan menonjolkan posisi strategis Macau sebagai hub regional bagi brand kecantikan premium. Selama tiga hari, para tamu mendapatkan presentasi ilmiah, demonstrasi produk, serta sesi jaringan dengan profesional industri. RéVive menegaskan komitmennya untuk memperluas pangsa pasar Asia‑Pasifik dengan Macau sebagai titik pivot, menambah dimensi non‑gaming pada ekonomi kota.
Dampak Kombinasi Gaming dan Non‑Gaming Terhadap Ekonomi Lokal
Kombinasi pendapatan pajak gaming yang tinggi dan aktivitas perdagangan barang mewah menciptakan sinergi bagi perekonomian Macau. Peningkatan arus wisatawan kaya, yang datang tidak hanya untuk berjudi tetapi juga berbelanja barang premium, memperkuat sektor perhotelan, kuliner, dan layanan mewah. Namun, ketergantungan pada pajak gaming tetap tinggi, sehingga fluktuasi dalam perilaku VIP atau perubahan kebijakan internasional dapat memengaruhi stabilitas fiskal.
Para analis menyarankan diversifikasi lebih lanjut, termasuk pengembangan hiburan non‑gambling, pariwisata budaya, serta peningkatan fasilitas konferensi internasional, untuk menurunkan risiko konsentrasi pada satu industri.
Secara keseluruhan, kuartal pertama 2026 menegaskan bahwa Macau tetap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Asia dengan pendapatan pajak gaming yang kuat, namun tantangan dalam meningkatkan EBITDA dan memperluas basis pendapatan non‑gaming tetap menjadi fokus utama kebijakan pemerintah dan pelaku industri.




