Mahasiswa Kritik Program MBG hingga Kopdes Merah Putih, Begini Respons Wapres Gibran
Mahasiswa Kritik Program MBG hingga Kopdes Merah Putih, Begini Respons Wapres Gibran

Mahasiswa Kritik Program MBG hingga Kopdes Merah Putih, Begini Respons Wapres Gibran

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Beberapa hari lalu, sekelompok mahasiswa menggelar aksi massa di depan gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap dua kebijakan pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Mahasiswa menilai bahwa kedua program tersebut masih memiliki banyak celah dalam pelaksanaan, terutama terkait transparansi anggaran dan kualitas manfaat bagi masyarakat.

Aksi tersebut menampilkan spanduk, poster, serta orasi singkat yang menyoroti beberapa isu utama, antara lain:

  • Kekurangan dana yang dialokasikan untuk MBG sehingga tidak dapat menjangkau seluruh sekolah yang membutuhkan.
  • Kurangnya mekanisme pengawasan yang jelas sehingga menimbulkan potensi penyalahgunaan dana.
  • Penetapan lokasi Kopdes Merah Putih yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan ekonomi desa setempat.

Mahasiswa menuntut agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki sistem distribusi bantuan, dan melibatkan pihak independen dalam proses pengawasan.

Menanggapi kritik tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Dalam pernyataan itu, Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki kedua program dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam dialog konstruktif.

Berikut poin-poin utama respons Wapres Gibran:

  1. Peninjauan ulang alokasi anggaran MBG dengan menambah dana khusus untuk daerah yang paling membutuhkan.
  2. Pembentukan tim independen yang terdiri dari akademisi, perwakilan LSM, dan pejabat terkait untuk memantau pelaksanaan MBG dan Kopdes Merah Putih.
  3. Peningkatan transparansi melalui publikasi laporan bulanan yang dapat diakses publik.
  4. Penguatan kapasitas koperasi desa melalui pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran bagi anggota.

Gibran juga mengundang perwakilan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta stakeholder terkait untuk berpartisipasi dalam forum dialog yang dijadwalkan pada akhir bulan ini. Ia menekankan bahwa kritik konstruktif merupakan bagian penting dari proses demokrasi dan dapat menjadi pemicu perbaikan kebijakan.

Reaksi dari kalangan mahasiswa beragam. Sebagian menyambut baik kesediaan Wapres untuk mendengarkan dan menindaklanjuti kritik, sementara yang lain menuntut agar janji-janji tersebut segera diwujudkan dalam kebijakan konkret.

Ke depannya, keberhasilan revisi program MBG dan Kopdes Merah Putih akan sangat bergantung pada implementasi rekomendasi yang telah disepakati bersama serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.