Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Kementerian Luar Negeri Malaysia pada hari Rabu menyampaikan permintaan tegas kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil langkah konkret atas serangan terbaru yang menargetkan pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Permintaan ini diajukan setelah beberapa insiden kekerasan yang menimbulkan cedera pada personel UNIFIL dan mengancam stabilitas wilayah.
Berikut beberapa poin utama yang ditekankan oleh Malaysia:
- Mengutuk semua bentuk serangan terhadap UNIFIL tanpa pengecualian.
- Meminta DK PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut penghentian segera segala tindakan kekerasan terhadap pasukan perdamaian.
- Menuntut pembentukan tim investigasi internasional untuk menelusuri sumber serangan dan mengidentifikasi pelaku.
- Mengajak semua pihak di wilayah tersebut, termasuk pemerintah Lebanon, Israel, dan kelompok bersenjata, untuk menghormati mandat UNIFIL.
Kementerian juga menyoroti pentingnya peran UNIFIL dalam menstabilkan situasi di perbatasan Lebanon‑Israel, melindungi penduduk sipil, serta memfasilitasi bantuan kemanusiaan. Saat ini, UNIFIL menempatkan sekitar 10.000 personel dari lebih dari 20 negara, termasuk pasukan Malaysia yang berkontribusi pada misi tersebut.
Dalam konteks geopolitik yang semakin tegang, Malaysia menekankan bahwa tindakan kolektif melalui DK PBB menjadi kunci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memastikan keamanan pasukan perdamaian serta warga sipil di wilayah tersebut.
Malaysia berharap DK PBB dapat segera merespons dengan langkah-langkah yang tegas, sehingga serangan terhadap UNIFIL tidak berulang dan mandat perdamaian dapat dijalankan secara efektif.




