Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Maluku bersama Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menitikberatkan pada penguatan kerja sama di bidang sumber daya manusia (SDM) dan pariwisata. Upaya ini bertujuan memanfaatkan potensi wisata alam Maluku sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran pengetahuan dan pelatihan.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Gubernur Maluku, perwakilan Kementerian Pariwisata, serta Duta Besar Perancis untuk Indonesia. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk memperluas jangkauan pasar wisata Maluku, sementara Duta Besar menegaskan komitmen Paris untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.
Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:
- Penyediaan beasiswa dan program pelatihan bagi tenaga kerja di sektor perhotelan, kuliner, dan pemandu wisata.
- Pengembangan paket wisata bertema budaya dan ekowisata yang dipromosikan secara bersama di pasar Eropa.
- Pertukaran ahli pariwisata dan akademisi antara institusi pendidikan di Maluku dan Perancis.
- Peningkatan standar layanan dan sertifikasi bagi pelaku industri pariwisata lokal.
Selain itu, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan roadshow promosi wisata Maluku di kota-kota utama Perancis, serta mengundang investor Perancis untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur pariwisata seperti pembangunan resort, pelabuhan wisata, dan fasilitas transportasi.
Para pejabat menilai bahwa kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Maluku dapat meningkat signifikan, sekaligus menurunkan tingkat pengangguran di sektor pariwisata.
Dengan dukungan teknis dan finansial dari Perancis, Maluku berambisi menjadikan diri sebagai destinasi unggulan di kawasan Indo-Pasifik, menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan layanan yang kompetitif.




