Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menandatangani Naskah Skema Sertifikasi Okupasi Manajer dan Bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada 8 Mei 2026 di Jakarta. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang mempercepat pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya kompetensi profesional bagi para manajer yang direkrut melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), serta menambahkan bahwa sertifikasi akan menjadi jaminan standar kompetensi yang terukur.
Menurut Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, skema sertifikasi mencakup kompetensi manajerial, operasional usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga tata kelola koperasi. Selama 15 hari (90 jam pelajaran) pelatihan terstruktur akan dilaksanakan di Komando Latihan (Kolat) Kementerian Pertahanan, diikuti oleh 30 ribu calon manajer KDKMP. Setelah mereka mendapatkan sertifikat, program selanjutnya akan memberikan pembekalan terintegrasi bagi bendahara KDKMP.
Seleksi CAT 2026: Tantangan dan Tips
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan peserta seleksi calon pegawai KDKMP dan KNMP agar tidak panik saat mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT). Hingga hari keempat, lebih dari 140 ribu peserta telah menyelesaikan tes potensi kognitif dan tes substansi manajemen dari total 483.648 pelamar. Sistem CAT dirancang untuk mengukur kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power) dalam batas waktu yang ketat.
- Prioritaskan soal yang mudah terlebih dahulu untuk memaksimalkan skor.
- Manfaatkan jeda jaringan: jika jawaban tampak tidak tersimpan, beri waktu sistem menyelesaikan proses sebelum melanjutkan.
- Jangan mengklik jawaban berulang-ulang; satu kali klik sudah tercatat pada basis data.
- Pahami aturan yang diatur dalam Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024 untuk menghindari penalti.
Dengan strategi tersebut, peserta diharapkan dapat mengoptimalkan performa tanpa mengorbankan akurasi.
Dampak Ekonomi Desa: Pandangan Bupati Situbondo
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan optimisme tinggi bahwa KDKMP akan mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa Jawa Timur. Pada 7 Mei 2026, ia menyerahkan truk operasional Kopdes Merah Putih kepada pengurus KDKMP yang telah selesai dibangun. Hingga kini, 28 dari 48 koperasi desa telah selesai 100 %, dan target 74 unit truk diharapkan tercapai pada Agustus mendatang.
Menurut Rio, KDKMP dirancang untuk memotong rantai distribusi panjang, sehingga keuntungan dapat langsung dirasakan petani dan buruh tani. “Tidak ada yang instan; pergeseran dari posisi A ke B membutuhkan penyesuaian,” ujarnya, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mengawal visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Pengawasan Anggaran dan Tantangan Implementasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperketat pengawasan anggaran program KDKMP untuk memastikan dana tepat sasaran. Meskipun detail spesifik belum dirilis secara publik, fokus utama BPKP adalah menilai efektivitas penyaluran bantuan, termasuk truk operasional, serta kepatuhan pada standar akuntabilitas yang ditetapkan.
Dengan sinergi antara kementerian, BNSP, BKN, dan pemerintah daerah, ekosistem KDKMP diharapkan dapat beroperasi secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Sertifikasi manajer dan bendahara menjadi pondasi kompetensi, sementara proses seleksi CAT menjamin kualitas SDM yang terpilih. Dukungan infrastruktur dan pengawasan anggaran menambah kepercayaan publik terhadap program yang diharapkan menjadi pusat ekonomi masyarakat desa.
Keberhasilan KDKMP akan menjadi indikator penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi pedesaan, sekaligus menjadi model replikasi bagi program koperasi serupa di wilayah lain.




