Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Ribuan peserta aksi Kamisan pada 17 Mei 2024 kembali menampilkan simbolik yang menyinggung era Orde Baru. Di depan Istana Merdeka, mereka menguburkan sebuah patung yang diberi label “Reformasi” sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.
Kelompok aksi menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dianggap tidak berbeda jauh dengan rezim Soeharto. Mereka menyoroti kebijakan yang dinilai otoriter serta pola patronase yang mengingatkan pada praktik lama.
- Penempatan “kuburan” simbolik di lokasi historis menambah nilai provokatif aksi.
- Para demonstran menuntut transparansi dalam penanganan ekonomi dan reformasi struktural.
- Isu-isu hak asasi manusia menjadi titik fokus kritik terhadap kepemimpinan Prabowo‑Gibran.
Reaksi pemerintah masih bersifat resmi, menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban publik. Namun, beberapa pejabat menolak mengaitkan aksi tersebut dengan perbandingan historis, menyebutnya sebagai “pendapat subjektif”.
Pengamat politik menilai perbandingan ini mencerminkan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap harapan reformasi yang belum terpenuhi. Mereka menambahkan bahwa simbolisme “kuburan Reformasi” mengingatkan pada nostalgia era otoriter, sekaligus menantang legitimasi pemerintahan saat ini.




