Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Pada Jumat pagi, ribuan pekerja dan mahasiswa yang berkumpul di depan Gedung DPR RI memulai proses pembubaran diri setelah tiga hari aksi peringatan Hari Buruh Internasional. Aksi yang berlangsung sejak Senin, 27 April 2026, menuntut peningkatan upah, reformasi kebijakan ketenagakerjaan, serta penegakan hak-hak akademik bagi mahasiswa.
Petugas kepolisian mengamankan area sekitar Gedung DPR dan menyiapkan kembali akses ke Jalan Gatot Subroto, yang sempat ditutup sejak awal aksi. Pada pukul 10.30 WIB, demonstran secara terkoordinasi mengakhiri pertemuan di lapangan depan gedung, sambil melontarkan seruan solidaritas kepada pekerja di seluruh Indonesia.
Berikut rangkaian kegiatan utama selama aksi May Day 2026:
- 27 April – 30 April: Demonstrasi damai di depan DPR, menuntut penyesuaian upah minimum regional (UMR) dan penghapusan kontrak kerja sementara.
- 31 April: Mahasiswa menambahkan tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, beasiswa, dan kebebasan akademik.
- 1 Mei: Pembubaran diri secara teratur setelah koordinasi dengan pihak keamanan.
Polisi menegaskan bahwa tidak ada insiden kekerasan selama proses pembubaran. Semua peserta diminta untuk melapor kepada petugas keamanan setempat guna memastikan keselamatan masing-masing. Jalan Gatot Subroto dibuka kembali pada pukul 12.00 WIB, memungkinkan kelancaran arus kendaraan di wilayah pusat kota.
Berbagai serikat pekerja dan organisasi mahasiswa mengapresiasi keberhasilan aksi tanpa kekerasan. Mereka menekankan bahwa tekanan politik dan ekonomi yang dihadapi oleh kelas pekerja serta mahasiswa masih memerlukan dialog lanjutan dengan pemerintah.
Ke depan, para pemimpin aksi menegaskan akan melanjutkan advokasi melalui jalur legislasi dan pertemuan lintas sektoral, dengan harapan DPR akan menimbang kembali kebijakan upah dan pendidikan pada sidang mendatang.







