Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Pada Jumat, 1 Mei 2026, kawasan Silang Monas di Jakarta Pusat berubah menjadi lautan manusia. Ribuan pekerja dari berbagai sektor—dari industri manufaktur, transportasi, hingga layanan publik—berkumpul untuk merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
Para demonstran mengenakan kaos bertuliskan slogan-slogan pro‑pekerja, mengibarkan spanduk yang menuntut kenaikan upah minimum, jaminan keamanan kerja, dan perlindungan hak-hak serikat. Suasana dipenuhi nyanyian, tepuk tangan, dan teriakan seruan “Buruh bersatu!” yang menggema di sekitar Monumen Nasional.
Penegak keamanan dari Polri dan Satpol PP ditempatkan di beberapa titik strategis untuk menjaga ketertiban. Hingga akhir acara, tidak tercatat adanya insiden kekerasan atau kerusuhan, meski sejumlah petugas mengingatkan peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan peraturan keramaian.
May Day kali ini menjadi kesempatan bagi serikat pekerja untuk menegaskan agenda mereka di tengah inflasi yang terus meningkat. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
- Kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) minimal 15% dibanding tahun sebelumnya.
- Penerapan jaminan kesehatan universal bagi semua pekerja sektor informal.
- Penguatan peran serikat pekerja dalam perundingan kolektif.
Acara ditutup dengan pidato singkat dari Ketua Serikat Pekerja Nasional yang menekankan pentingnya solidaritas dan dialog konstruktif dengan pemerintah. Meskipun tidak ada kebijakan konkret yang diumumkan pada hari itu, harapan besar tetap menggelora di kalangan buruh untuk melihat perubahan nyata dalam waktu dekat.







