Melihat Masjid Indonesia Pertama di Yokohama, Jusuf Kalla Ungkap Kekuatan Gotong Royong Lintas Negara
Melihat Masjid Indonesia Pertama di Yokohama, Jusuf Kalla Ungkap Kekuatan Gotong Royong Lintas Negara

Melihat Masjid Indonesia Pertama di Yokohama, Jusuf Kalla Ungkap Kekuatan Gotong Royong Lintas Negara

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, secara resmi meresmikan Masjid Indonesia pertama di Yokohama, Jepang, sebagai simbol nyata semangat gotong royong yang melintasi batas negara. Upacara pembukaan yang dihadiri oleh pejabat lokal, perwakilan komunitas Muslim Indonesia, serta tokoh-tokoh budaya Indonesia, menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Masjid ini dibangun atas inisiatif warga Indonesia yang telah menetap di wilayah Kanagawa selama lebih dari satu dekade. Dengan desain yang menggabungkan elemen arsitektur tradisional Indonesia—seperti atap bertingkat dan ornamen batik—bersama dengan sentuhan modern Jepang, bangunan tersebut menjadi titik temu visual budaya kedua bangsa.

Selama proses pembangunan, ribuan relawan dari kalangan mahasiswa, pekerja migran, dan pebisnis Indonesia berkontribusi secara sukarela, mulai dari penggalangan dana, pengadaan material, hingga pengerjaan fisik. Berikut beberapa bentuk partisipasi yang tercatat:

  • Pengumpulan dana melalui bazaar makanan khas Indonesia yang diadakan di berbagai kota Jepang.
  • Penyediaan tenaga kerja oleh komunitas teknik sipil Indonesia yang bekerja di perusahaan Jepang.
  • Penyediaan bahan bangunan ramah lingkungan yang diproduksi oleh produsen lokal di Yokohama.
  • Kontribusi desain interior oleh seniman Indonesia yang menampilkan motif batik dan wayang.

Jusuf Kalla menekankan bahwa keberhasilan proyek ini bukan sekadar hasil kerja satu pihak, melainkan hasil sinergi lintas negara yang didasari nilai gotong royong. Ia menambahkan, “Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan ruang dialog antarbudaya, tempat generasi muda Indonesia di Jepang dapat meneguhkan identitas sekaligus belajar menghargai keanekaragaman.”

Masjid Indonesia Yokohama dijadwalkan akan membuka layanan rutin mulai bulan depan, meliputi shalat lima waktu, kajian agama, serta kelas bahasa Indonesia untuk anak-anak diaspora. Selain itu, ruang serbaguna di dalamnya akan difungsikan untuk kegiatan sosial seperti pelatihan kerja, penyuluhan kesehatan, dan pertukaran budaya.

Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat ikatan emosional antara warga Indonesia di luar negeri dengan tanah air, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Seiring dengan peningkatan jumlah komunitas Muslim Indonesia di Asia, proyek serupa dapat menjadi model bagi negara lain dalam membangun fasilitas keagamaan yang inklusif dan berakar pada semangat kolektif.