Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik (TKA) bukan sekadar alat pengukur prestasi belajar semata. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menekankan bahwa TKA juga menilai karakter dan semangat belajar peserta didik, yang dianggap krusial untuk menyiapkan generasi siap bersaing di era global.
- Akademik: Penguasaan materi pelajaran dan kemampuan kognitif dasar.
- Karakter: Sikap disiplin, integritas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.
- Semangat belajar: Motivasi, inisiatif, dan keinginan untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Ia menambahkan bahwa penilaian karakter dan semangat belajar akan dilakukan melalui serangkaian item psikometrik yang dirancang khusus, sehingga hasil TKA dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi siswa, bukan sekadar nilai akademik.
Penerapan pendekatan ini diharapkan dapat mendorong sekolah untuk mengintegrasikan program pembentukan karakter dalam kurikulum, serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga nilai-nilai moral yang kuat.
Abdul Mu’ti menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua pemangku kepentingan—guru, orang tua, dan lembaga pendidikan—akan bersinergi dalam mendukung implementasi TKA yang lebih komprehensif. Ia mengajak semua pihak untuk melihat tes ini sebagai peluang memperbaiki sistem pendidikan secara holistik, demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan bersemangat belajar.




