Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memanfaatkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum strategis untuk mempercepat upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang kompeten dan berdaya saing.
Beberapa fokus utama yang disorot antara lain:
- Penguatan kompetensi guru melalui program pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi ulang.
- Penerapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta menekankan keterampilan abad ke-21.
- Digitalisasi proses belajar mengajar dengan memperluas akses internet dan penyediaan perangkat belajar daring.
- Peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah, khususnya di daerah tertinggal.
- Pengawasan ketat terhadap akreditasi lembaga pendidikan untuk menjamin standar mutu.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan titik tolak untuk menilai capaian program-program reformasi pendidikan yang telah diluncurkan sejak awal tahun 2023. Data terbaru menunjukkan peningkatan persentase guru bersertifikat sebesar 12% dan kenaikan rata‑rata nilai PISA Indonesia sebesar 4 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
| Indikator | 2023 | 2024 (Target) |
|---|---|---|
| Guru bersertifikat | 68% | 80% |
| Rasio murid‑guru | 22:1 | 20:1 |
| Akses internet di sekolah | 55% | 75% |
| Nilai PISA (matematika) | 378 | 382 |
Dengan langkah‑langkah tersebut, Mendikdasmen berharap Hardiknas 2024 menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam mencapai tujuan pendidikan nasional, yakni menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan kerja.
Komitmen ini juga diharapkan dapat menurunkan tingkat putus sekolah, memperkecil kesenjangan antar wilayah, serta meningkatkan kepuasan orang tua terhadap sistem pendidikan.




