Mendiktisaintek Soroti Krisis Makna Manusia Modern di ITS
Mendiktisaintek Soroti Krisis Makna Manusia Modern di ITS

Mendiktisaintek Soroti Krisis Makna Manusia Modern di ITS

Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis makna yang dirasakan oleh generasi manusia modern dalam sebuah kunjungan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada hari Senin kemarin. Dalam pidatonya, ia menyoroti bagaimana kemajuan teknologi, terutama dalam bidang digital dan kecerdasan buatan, telah mengubah cara hidup dan berpikir, namun sekaligus menimbulkan rasa hampa dan kehilangan arah bagi banyak mahasiswa.

Untuk menanggapi situasi tersebut, Mendiktisaintek mengusulkan beberapa langkah strategis yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi, khususnya ITS, antara lain:

  • Pengintegrasian mata kuliah humaniora dan etika dalam kurikulum teknik dan sains.
  • Peningkatan program konseling dan pendampingan psikologis bagi mahasiswa.
  • Pembentukan forum diskusi lintas disiplin untuk mengeksplorasi makna hidup dan tujuan pribadi.
  • Pengembangan proyek layanan masyarakat yang menekankan nilai sosial dan empati.
  • Penggunaan teknologi secara kritis, dengan menekankan dampak sosial dan moralnya.

Brian Yuliarto menekankan bahwa pendidikan tinggi harus berperan sebagai arena pembentukan karakter, bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan. Ia berharap agar institusi pendidikan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa menemukan arti keberadaan mereka di tengah arus digital yang kian deras.

Penutupnya, Mendiktisaintek mengajak seluruh pemangku kepentingan—dosen, peneliti, serta mahasiswa—untuk bersama‑sama menciptakan lingkungan akademik yang menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai‑nilai kemanusiaan, sehingga generasi muda dapat menjalani hidup yang lebih bermakna dan berkontribusi positif bagi masyarakat.