Mendiktisaintek tekankan urgensi pembentukan karakter bagi pemuda
Mendiktisaintek tekankan urgensi pembentukan karakter bagi pemuda

Mendiktisaintek tekankan urgensi pembentukan karakter bagi pemuda

Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan kembali pentingnya pembentukan karakter pada masa remaja, khususnya selama menempuh pendidikan menengah atas (SMA). Dalam sebuah konferensi pers, ia menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, termasuk meningkatnya risiko perilaku negatif dan menurunnya nilai-nilai moral.

Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:

  • Integritas sebagai fondasi: Menekankan pentingnya kejujuran dalam akademik dan kehidupan sehari-hari.
  • Disiplin dan etos kerja: Membiasakan siswa mengatur waktu, menyelesaikan tugas, dan menghargai proses belajar.
  • Kepedulian sosial: Menggalakkan kegiatan bakti sosial dan kerja sama antar siswa untuk menumbuhkan rasa empati.
  • Kemampuan beradaptasi: Mengajarkan cara menghadapi perubahan teknologi dan pasar kerja yang dinamis.
  • Kepemimpinan: Menyediakan kesempatan bagi siswa memimpin proyek atau organisasi di sekolah.

Selain itu, Mendiktisaintek menekankan peran guru, orang tua, dan masyarakat dalam proses pembentukan karakter. Guru diharapkan menjadi teladan, sementara orang tua diminta aktif berkolaborasi dengan sekolah melalui dialog rutin.

Program-program pendukung yang telah direncanakan meliputi workshop karakter, modul pembelajaran nilai-nilai moral, serta penilaian non-akademik yang mencakup sikap dan perilaku. Pemerintah juga berencana meningkatkan anggaran khusus untuk pelatihan guru dalam bidang pengembangan karakter.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan generasi muda Indonesia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat yang dapat menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan global.