Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Sejarah dan Keistimewaannya
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Sejarah dan Keistimewaannya

Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Sejarah dan Keistimewaannya

Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Kalender Hijriyah merupakan penanggalan resmi umat Islam yang didasarkan pada peredaran bulan. Dari sepuluh bulan dalam setahun, Muharram dipilih sebagai bulan pertama. Keputusan ini bukan kebetulan, melainkan hasil proses sejarah yang melibatkan peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam awal.

Asal Usul Penetapan Muharram

Awal mula penetapan Muharram berakar pada tradisi Arab pra-Islam, di mana kalender lunar dipakai untuk menghitung musim dan acara sosial. Pada masa itu, tahun dimulai pada bulan Rabi’ al-awwal atau Safar tergantung suku. Setelah hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M, para sahabat menyepakati satu standar baru untuk menandai peristiwa penting tersebut.

Alasan Utama Muharram Dipilih

  • Penanda Hijrah: Muharram dipilih agar tahun pertama Hijriyah (1 AH) bertepatan dengan peristiwa hijrah, sehingga memudahkan perhitungan waktu sejak momen penting tersebut.
  • Keterkaitan dengan Suci: Dalam tradisi Arab, bulan Muharram dianggap suci dan dilarang melakukan peperangan (haram berperang). Hal ini menambah nilai spiritual bila menjadi awal tahun.
  • Kesesuaian Astronomi: Penentuan awal bulan didasarkan pada pengamatan hilal (bulan sabit pertama). Muharram biasanya bertepatan dengan fase bulan baru yang jelas di langit, memudahkan penentuan secara visual.

Keistimewaan Muharram dalam Islam

Selain menjadi pembuka tahun Hijriah, Muharram memiliki beberapa keutamaan:

  1. Hari Asyura (10 Muharram) diperingati sebagai hari puasa sunnah, khususnya oleh Sunni, dan sebagai hari berbakti bagi Syiah.
  2. Selama tiga hari pertama Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan shalat sunnah, menandai refleksi diri dan niat baik di awal tahun.
  3. Muharram merupakan bulan yang dilarang berperang, menjadikannya periode damai yang cocok untuk memulai resolusi spiritual.

Pada tahun 2026, tahun baru Islam akan jatuh pada 16 Juni 2026 dalam kalender Masehi, menandai pergantian ke 1448 AH. Peristiwa ini menjadi momentum bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mengingat kembali sejarah hijrah, meneguhkan identitas, dan menata kembali tujuan hidup sesuai ajaran Islam.