Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Konser perdana tur dunia BTS bertajuk “ARIRANG” di Goyang, Korea Selatan, tak hanya menyajikan pertunjukan musik yang spektakuler, melainkan juga memukau penonton dengan tampilan visual yang memikat. Di balik setiap kostum yang dikenakan anggota BTS, terdapat sosok kreatif yang jarang disorot publik: Jay Songzio, penata gaya (stylist) senior yang menjadi otak di balik desain outfit yang menggabungkan elemen tradisional Korea dengan nuansa futuristik. Artikel ini mengupas peran Jay Songzio, proses kreatifnya, serta dampaknya terhadap citra global BTS.
Jay Songzio: Profil Singkat
Jay Songzio, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Jay Songzio, merupakan seorang stylist dan desainer kostum yang telah berkarier lebih dari satu dekade di industri hiburan Korea. Lulusan Sekolah Seni Visual di Seoul, ia memulai kariernya sebagai asisten stylist pada proyek drama televisi sebelum bergabung dengan agensi hiburan besar. Sejak 2019, Jay menjadi bagian tetap tim kreatif BTS, berkontribusi pada konsep visual album “Map of the Soul” hingga “Butter”. Keahliannya dalam memadukan motif tradisional hanbok dengan material high‑tech menjadikannya pilihan utama bagi manajer artis dalam merancang tampilan panggung yang berkesan.
Visi Kreatif di Balik “Arirang”
Konsep “Arirang” terinspirasi dari lagu rakyat Korea yang melambangkan kerinduan dan persatuan. Jay Songzio mengambil tantangan untuk menginterpretasikan tema tersebut melalui pakaian yang dapat beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrim, seperti hujan lebat yang melanda venue konser. Ia mengembangkan lapisan luar yang terbuat dari bahan tahan air transparan, menyerupai jas hujan modern, namun tetap mempertahankan siluet elegan. Pada saat yang sama, interior pakaian diperkaya dengan tekstur brokat halus berwarna biru laut, melambangkan aliran sungai Arirang.
Dalam proses desain, Jay mengadakan tiga tahap utama: riset historis, pemilihan material, dan prototyping. Riset historis melibatkan studi literatur tentang hanbok klasik, sedangkan pemilihan material menitikberatkan pada kain yang ringan namun tahan air, seperti polyester‑nylon blend dengan lapisan micro‑coating. Prototyping dilakukan secara iteratif, dengan tes di studio simulasi cuaca untuk memastikan kenyamanan saat penampilan berlangsung. Hasilnya, para anggota BTS dapat bergerak leluasa di atas panggung meski hujan deras turun di luar arena.
Pengaruh Jay Songzio Terhadap Gaya Penonton
Keberhasilan outfit “Arirang” tidak hanya dirasakan oleh para idol, melainkan juga menular pada penonton. Salah satu contoh yang mendapat sorotan media adalah Yunita Siregar, aktris Indonesia yang hadir di konser meski harus berpayung. Ia memadukan hoodie di bawah jas hujan transparan, serta menambahkan obi belt batik sebagai statement piece. Gaya Yunita yang sederhana namun chic mencerminkan filosofi Jay: menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan modern, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Penampilan Yunita menjadi viral di media sosial, memicu tren pemakaian jas hujan transparan dengan aksesoris tradisional di kalangan generasi muda.
Tak hanya Yunita, sejumlah selebriti Korea seperti Kim Min‑Jae, Lee Sung‑Kyung, dan Wonyoung juga terlihat mengenakan varian outfit yang dirancang oleh tim Jay. Semua tampak effortless, menegaskan bahwa fashion di konser BTS bukan sekadar penampilan visual, melainkan bagian integral dari narasi pertunjukan.
Langkah-Langkah Kreatif Jay Songzio
- Riset Tema: Menggali makna budaya dan simbolik yang ingin diangkat.
- Seleksi Material: Memilih kain yang ringan, tahan air, dan mudah dipadukan dengan aksesoris tradisional.
- Desain Siluet: Menyusun pola yang memungkinkan gerakan dinamis di atas panggung.
- Prototyping & Uji Coba: Membuat mock‑up dan mengujinya dalam kondisi cuaca simulasi.
- Kolaborasi dengan Tim Styling: Mengintegrasikan makeup, hair, dan aksesori untuk menciptakan tampilan yang kohesif.
Dampak Jangka Panjang
Keberhasilan visual “Arirang” menegaskan posisi BTS sebagai pelopor tren fashion global. Jay Songzio kini menjadi nama yang dicari oleh brand fashion internasional untuk kolaborasi, sekaligus menginspirasi desainer muda di Asia untuk mengeksplorasi perpaduan antara warisan budaya dan teknologi. Bagi BTS, outfit yang dirancang dengan cermat meningkatkan nilai estetika konser, memperkuat storytelling, dan meningkatkan engagement penonton di platform digital.
Secara keseluruhan, peran Jay Songzio dalam menciptakan outfit “Arirang” menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara musik, visual, dan fashion dalam industri hiburan modern. Dengan pendekatan yang menitikberatkan pada riset budaya, inovasi material, serta adaptasi terhadap kondisi lingkungan, Jay berhasil mengubah tantangan hujan deras menjadi peluang kreatif yang memukau jutaan mata di seluruh dunia.
Ke depan, penantian akan koleksi selanjutnya dari Jay Songzio akan terus menjadi sorotan, terutama ketika BTS bersiap meluncurkan tur berikutnya. Apakah ia akan kembali mengangkat tema tradisional atau menantang batas futuristik, satu hal pasti: setiap langkahnya akan terus memengaruhi cara dunia melihat fashion panggung.







