Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Dunia pers Indonesia berduka atas kepergian Zulmansyah Sekedang, seorang tokoh yang dikenal sebagai penjaga marwah pers dengan integritas tinggi dan sikap legowo. Kehilangan ini dirasakan oleh banyak rekan sejawat, organisasi pers, serta masyarakat yang menghargai kebebasan pers.
Zulmansyah menapaki karier jurnalistik sejak awal 1990-an, mengabdi pada beberapa media nasional dan regional. Selama lebih tiga dekade, ia konsisten menegakkan prinsip etika, menolak segala bentuk intervensi politik, dan berjuang demi independensi pemberitaan.
Peranannya sebagai penjaga marwah pers meliputi beberapa hal penting:
- Menolak tekanan eksternal yang berusaha mempengaruhi isi berita.
- Mendorong kolega untuk mengedepankan fakta dan verifikasi sumber.
- Memberikan pelatihan informal tentang kode etik jurnalistik kepada jurnalis muda.
- Berpartisipasi aktif dalam forum-forum kebebasan pers baik di tingkat nasional maupun internasional.
Reaksi dari rekan-rekan seprofesi menggarisbawahi betapa besar pengaruh Zulmansyah. Seorang senior media menuturkan, “Kepergian beliau meninggalkan kekosongan moral yang sulit diisi. Ia selalu menjadi contoh keberanian dalam menyuarakan kebenaran tanpa takut.” Beberapa media pun menyiapkan program penghargaan untuk melestarikan semangatnya.
Warisan Zulmansyah Sekedang bukan sekadar jejak karier, melainkan nilai-nilai integritas yang diharapkan terus dijaga oleh generasi jurnalis berikutnya. Dalam suasana duka ini, komunitas pers berkomitmen meneruskan semangatnya, memastikan kebebasan pers tetap terjaga, dan menegakkan standar kualitas pemberitaan yang kredibel.




