Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja pada 23 April 2026 ke Brigade Infanteri (Brigif) Trikoterpilih (TP) 34/Cakra Buana yang berlokasi di Indramayu serta ke Yonif TP 889/Gagak Winangsih yang berada di daerah yang sama. Kunjungan ini juga mencakup inspeksi terhadap Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut.
Tujuan utama inspeksi adalah menilai kesiapan operasional prajurit serta memastikan standar disiplin dan semangat kebersamaan (korsa) tetap terjaga di tengah dinamika keamanan nasional. Selama berada di lapangan, Menhan menekankan pentingnya jiwa korsa di antara anggota satuan, yang berarti menempatkan kepentingan kolektif di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
- Jiwa Korsa: Menekankan solidaritas, rasa persaudaraan, dan kerja sama antar prajurit dalam melaksanakan tugas.
- Kepatuhan pada Pimpinan: Menegaskan bahwa setiap anggota wajib patuh pada perintah atasan secara konsisten dan tanpa keraguan.
- Kesiapan Operasional: Memastikan peralatan, logistik, dan kebugaran fisik prajurit berada pada tingkat optimal.
Dalam sambutannya, Sjafrie menambahkan, “Kita berada di era yang menuntut ketangguhan, bukan hanya dari segi teknis, namun juga dari segi mental. Jiwa korsa dan kepatuhan pada pimpinan adalah fondasi utama bagi keberhasilan misi TNI.” Ia juga mengapresiasi upaya komandan unit yang telah meningkatkan kualitas pelatihan dan menjaga disiplin harian.
Para komandan Brigif TP 34, Yonif TP 889, dan Yonif TP 890 menyampaikan laporan singkat mengenai program latihan yang sedang berjalan, termasuk simulasi taktis, peningkatan kemampuan menembak, serta latihan kebugaran. Menhan menekankan bahwa latihan tersebut harus terus diintegrasikan dengan nilai-nilai korsa untuk menciptakan satu kesatuan yang solid.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh satuan TNI Angkatan Darat untuk memperkuat budaya disiplin, meningkatkan kesiapan tempur, dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat di antara prajurit.




