Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Setelah tragedi yang melibatkan kereta listrik (KRL) dan kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada malam Senin (27/4), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan serangkaian langkah evaluasi dan perbaikan terhadap sistem keselamatan Green SM (Sistem Manajemen Keselamatan).
Insiden tersebut menewaskan beberapa penumpang dan menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, memicu keprihatinan publik serta menuntut respons cepat dari pemerintah. Menhub Dudy menegaskan bahwa evaluasi akan mencakup tiga fokus utama:
- Audit teknis menyeluruh: Tim ahli akan memeriksa kondisi rel, sinyal, dan perangkat lunak kontrol otomatis pada jalur yang terlibat.
- Peninjauan prosedur operasional: Proses koordinasi antara operator KRL dan kereta api jarak jauh akan dievaluasi ulang untuk mengidentifikasi celah komunikasi.
- Peningkatan pelatihan personel: Program pelatihan tambahan akan diberikan kepada masinis, petugas kontrol lalu lintas, dan tim respons darurat.
Berikut rangkaian tindakan yang telah dijadwalkan dalam 30 hari ke depan:
| No. | Tindakan | Penanggung Jawab | Target Penyelesaian |
|---|---|---|---|
| 1 | Audit kondisi rel dan sinyal | Direktorat Jenderal Perkeretaapian | 10 April 2026 |
| 2 | Uji coba sistem Green SM dengan skenario darurat | PT Kereta Api Indonesia (KAI) | 17 April 2026 |
| 3 | Revisi SOP koordinasi lintas jaringan | Kementerian Perhubungan | 24 April 2026 |
| 4 | Penyuluhan dan simulasi bagi masinis | Pusat Pelatihan Kereta Api | 30 April 2026 |
Menhub juga menekankan pentingnya transparansi. Semua temuan audit dan rekomendasi akan dipublikasikan secara terbuka, dan pihak media diundang untuk memantau proses evaluasi. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar perbaikan ini tidak hanya mencegah kejadian serupa, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api nasional.




