Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa kawasan transit oriented development (TOD) di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, yang dikenal sebagai “Jembatan Donat” akan menjadi pusat integrasi enam moda transportasi utama.
Proyek ini dirancang untuk menghubungkan moda‑moda berikut secara langsung:
- KRL Commuter Line
- MRT Jakarta
- LRT Jakarta
- LRT Jabodebek
- TransJakarta Busway
- Airport Rail Link
Dengan menggabungkan jaringan tersebut, diharapkan penumpang dapat berpindah moda tanpa harus keluar dari area TOD, sehingga mengurangi waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Berikut perkiraan penghematan waktu perjalanan bagi masing‑masing moda setelah integrasi selesai:
| Moda | Perkiraan Penghematan Waktu |
|---|---|
| KRL Commuter Line | 15 menit |
| MRT Jakarta | 10 menit |
| LRT Jakarta | 12 menit |
| LRT Jabodebek | 14 menit |
| TransJakarta Busway | 8 menit |
| Airport Rail Link | 20 menit |
Anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan Jembatan Donat diperkirakan mencapai Rp 5 triliun, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Pemerintah berharap inisiatif ini akan mengurangi kemacetan di kawasan pusat kota, meningkatkan penggunaan transportasi publik, dan mendukung strategi mobilitas berkelanjutan di Jakarta.
Implementasi integrasi enam moda ini diharapkan menjadi contoh sukses pengembangan infrastruktur multimoda di Indonesia, sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai kota megapolis yang ramah transportasi.




