Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa kualitas konstruksi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama para kontraktor, konsultan, dan pejabat terkait.
- Pengawasan mutu harus dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tahap perencanaan, pengadaan material, hingga proses pemasangan struktur.
- Penggunaan bahan yang telah teruji dan sesuai standar internasional menjadi keharusan.
- Audit independen akan dilaksanakan secara periodik untuk memastikan tidak ada penyimpangan.
Menhub juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pelaporan progres kerja. Setiap tahapan akan didokumentasikan dan diaudit oleh Badan Pengawasan Infrastruktur (BPI) serta Komite Nasional Pengendalian Korupsi (KNPK) guna mencegah praktik korupsi dan nepotisme.
Dalam konteks keselamatan, Dudy menambahkan bahwa semua titik kritis, seperti jembatan penyangga dan terowongan, harus memenuhi syarat uji beban dan gempa bumi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap transportasi massal.
Dengan menekankan kualitas, diharapkan MRT fase 2A tidak hanya menyelesaikan kebutuhan mobilitas, tetapi juga menjadi contoh proyek infrastruktur berstandar tinggi yang dapat direplikasi di proyek-proyek lain.




