Menkes Ungkap Bullying pada Dokter Muda di Daerah Baru
Menkes Ungkap Bullying pada Dokter Muda di Daerah Baru

Menkes Ungkap Bullying pada Dokter Muda di Daerah Baru

Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa perundungan (bullying) di kalangan dokter masih menjadi keluhan utama yang disampaikan kepada pemerintah. Menurutnya, dokter muda yang baru ditugaskan ke daerah baru sering mengalami tekanan dari dokter senior, baik secara verbal maupun non‑verbal.

Berbagai bentuk tekanan yang disebutkan meliputi penugasan beban kerja berlebih, kritik yang tidak konstruktif, serta sikap mengintimidasi yang dapat menurunkan rasa percaya diri dan kualitas pelayanan medis. Menkes menekankan bahwa lingkungan kerja yang sehat sangat penting untuk menjamin mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Menkes dalam pertemuan dengan perwakilan asosiasi dokter:

  • Bullying menjadi keluhan paling sering dilaporkan oleh dokter muda kepada pemerintah.
  • Tekanan tidak hanya datang dari senior, tetapi juga dari rekan sejawat dan manajemen fasilitas kesehatan.
  • Dampak bullying mencakup stres, burnout, dan penurunan kinerja klinis.
  • Perlu adanya kebijakan yang jelas, termasuk mekanisme pelaporan anonim dan program pendampingan psikologis.
  • Menteri menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan bagi dokter senior untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif.

Menkes berjanji akan mengusulkan regulasi yang melindungi dokter muda, termasuk penetapan standar etika profesional dan sanksi bagi pelaku bullying. Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan organisasi profesi untuk menyusun program mentoring yang membantu dokter muda beradaptasi di lingkungan baru.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis bagi tenaga medis, meningkatkan kepuasan kerja, serta pada akhirnya memperbaiki kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.