Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia tengah mengadopsi strategi “survival mode” untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang intens, termasuk inflasi tinggi, nilai tukar yang melemah, dan ketidakpastian pasar energi.
Strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan fiskal yang lebih ketat, alokasi anggaran yang difokuskan pada prioritas utama, serta upaya meningkatkan pendapatan negara tanpa menambah beban fiskal secara signifikan.
Langkah utama dalam “survival mode”
- Optimalisasi belanja pemerintah dengan menunda atau mengkaji ulang proyek‑proyek infrastruktur non‑strategis.
- Peningkatan kepatuhan pajak melalui audit intensif dan digitalisasi layanan perpajakan.
- Peningkatan efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui restrukturisasi dan pengurangan subsidi yang tidak produktif.
- Pembatasan defisit anggaran dan penggunaan instrumen pinjaman yang berisiko rendah.
- Penguatan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Target fiskal 2024‑2025
| Indikator | Target 2024 | Target 2025 |
|---|---|---|
| Defisit Anggaran | 2,5 % % PKB | 2,3 % % PKB |
| Utang Pemerintah | 38,5 % % PKB | 38 % % PKB |
| Cadangan Devisa | US$ 135 miliar | US$ 140 miliar |
Dengan mengimplementasikan langkah‑langkah di atas, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, dan tetap membuka ruang bagi pertumbuhan jangka panjang meski berada dalam kondisi “survival”.




