Menkeu Purbaya Kritik Soal Proyeksi Ekonomi World Bank: Saya Pikir Salah Hitung, Dia Melakukan Dosa Besar!

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut akan turun menjadi 4,7 persen, jauh di bawah ekspektasi pemerintah.

Purbaya menyebutkan bahwa perkiraan tersebut tidak hanya kurang realistis, tetapi juga mengandung “dosa besar” karena dapat menimbulkan persepsi negatif bagi investor domestik dan asing. Menurutnya, penurunan tajam tersebut tampak seperti hasil perhitungan yang keliru, mengingat indikator fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan momentum positif.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan Menteri Keuangan:

  • Proyeksi World Bank tidak memperhitungkan stimulus fiskal yang sedang dijalankan pemerintah.
  • Data inflasi, investasi, dan ekspor yang stabil belum tercermin dalam model perhitungan mereka.
  • Penurunan pertumbuhan menjadi 4,7% dapat menurunkan kepercayaan pasar dan memperburuk biaya pinjaman luar negeri.

Menteri menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan reformasi struktural, memperkuat basis pajak, dan meningkatkan efisiensi belanja publik. Ia juga menambahkan bahwa proyeksi World Bank harus direvisi secara menyeluruh agar selaras dengan kebijakan makroekonomi yang sedang diterapkan.

World Bank belum memberikan respons resmi terkait kritik tersebut, namun biasanya lembaga internasional akan meninjau kembali metodologi mereka setelah mendapat masukan dari pihak terkait.

Pengamatan para analis menunjukkan bahwa jika proyeksi yang lebih konservatif tetap dipertahankan, pemerintah mungkin perlu menyesuaikan kebijakan moneter dan fiskal untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan stabilitas harga. Namun, bila proyeksi yang lebih optimis diakui, maka peluang investasi dapat meningkat, mendukung agenda pembangunan jangka panjang.