Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Menteri Keuangan, Purbaya, dalam sebuah konferensi pers menyampaikan bahwa selisih penjualan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi akan ditanggung sepenuhnya oleh Pertamina. Pernyataan ini disampaikan menjelang akhir kuartal pertama 2024, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam namun harga BBM di Indonesia tetap stabil.
Berikut ini rangkuman poin penting yang disampaikan:
- Selisih penjualan BBM non subsidi akan ditanggung oleh Pertamina, bukan oleh APBN.
- Harga BBM di SPBU tetap dipertahankan, meski harga minyak mentah dunia naik.
- Kebijakan ini diharapkan menstabilkan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Untuk memberikan gambaran, tabel di bawah ini menampilkan perbandingan harga minyak mentah dunia dengan harga BBM non subsidi di Indonesia pada bulan Maret 2024.
| Bulan | Harga Minyak Mentah Dunia (USD/bbl) | Harga BBM Non Subsidi (Rp/liter) |
|---|---|---|
| Januari 2024 | 78,00 | 10.200 |
| Februari 2024 | 82,50 | 10.200 |
| Maret 2024 | 85,30 | 10.200 |
Meski harga minyak dunia terus naik, Pertamina akan menanggung selisih tersebut sehingga harga BBM di pompa tidak berubah. Kebijakan ini dipandang penting untuk menghindari lonjakan harga yang dapat memicu inflasi.
Purbaya menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menstabilkan ekonomi makro serta melindungi konsumen dari fluktuasi harga energi global.




