Menko PM Dorong Replikasi Model M-Bloc untuk Perkuat UMKM dan Ekraf
Menko PM Dorong Replikasi Model M-Bloc untuk Perkuat UMKM dan Ekraf

Menko PM Dorong Replikasi Model M-Bloc untuk Perkuat UMKM dan Ekraf

Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya memperluas penerapan model M-Bloc guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif (ekraf) di seluruh Indonesia.

Model M-Bloc, yang awalnya dikembangkan di beberapa daerah sebagai ekosistem digital terintegrasi, menyediakan platform bagi pelaku UMKM untuk mengakses layanan keuangan, pemasaran, pelatihan, dan jaringan distribusi secara terpadu.

  • Fokus utama: mempermudah akses pembiayaan, meningkatkan visibilitas produk, serta memperkuat kemampuan inovasi.
  • Komponen kunci: aplikasi mobile, portal e-commerce, sistem manajemen inventori, serta modul pelatihan daring.
  • Target wilayah: replikasi direncanakan mencakup provinsi dengan konsentrasi UMKM tinggi serta potensi ekraf yang belum tergarap.

Menko PM mengajak pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku industri untuk berkolaborasi dalam penyediaan infrastruktur digital serta pelatihan sumber daya manusia. Ia menambahkan bahwa dukungan regulasi dan insentif fiskal akan menjadi faktor penunjang keberhasilan skala nasional.

Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  1. Identifikasi daerah prioritas berdasarkan data UMKM dan potensi kreatif.
  2. Pembentukan tim teknis gabungan antara kementerian, BUMN, dan startup teknologi.
  3. Penyediaan modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor masing-masing.
  4. Peluncuran pilot project di tiga provinsi selama enam bulan pertama.
  5. Evaluasi hasil dan penyusunan pedoman replikasi untuk wilayah selanjutnya.

Jika berhasil, model M-Bloc diharapkan dapat meningkatkan omzet UMKM hingga 30 % dalam dua tahun serta menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor kreatif. Abdul Muhaimin menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa transformasi digital UMKM bukan sekadar program, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.