Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Menkomunikasi Digital dan Informatika (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya menjaga demokrasi tetap sehat melalui aksi damai serta ruang digital yang bersih saat berlangsungnya demonstrasi. Ia menekankan bahwa aspirasi warga harus dapat disampaikan tanpa disertai provokasi, ujaran kebencian, atau penyebaran informasi palsu yang dapat merusak iklim demokratis.
Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain:
- Menggunakan bahasa yang santun dan menghindari ujaran kebencian dalam setiap komunikasi, baik offline maupun online.
- Memverifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi terkait demonstrasi, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan atau kebingungan.
- Melaporkan konten provokatif atau hoaks kepada platform digital dan otoritas terkait untuk ditindaklanjuti.
- Mengadakan dialog terbuka antara penyelenggara aksi, aparat keamanan, dan perwakilan komunitas digital untuk memastikan koordinasi yang efektif.
Meutya juga mengingatkan bahwa kebersihan ruang digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan kewajiban bersama semua pengguna internet. Dengan menumbuhkan budaya literasi digital, masyarakat dapat lebih kritis dalam menilai informasi dan berkontribusi pada terciptanya lingkungan daring yang kondusif bagi demokrasi.
Harapan utama adalah agar setiap aksi publik dapat berjalan damai, aspirasi dapat tersampaikan dengan jelas, dan ruang digital tetap menjadi sarana positif bagi pertukaran pendapat tanpa mengorbankan kebenaran.







