Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia
Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia

Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Menko Perencanaan Pembangunan (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi hijau di Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia—terutama hutan tropis, potensi pasar karbon, dan keanekaragaman hayati—menyediakan basis yang kuat untuk mengembangkan sektor-sektor berkelanjutan.

Ferry menambahkan bahwa koperasi, sebagai organisasi berbasis anggota, mampu mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan konservasi lingkungan. Dengan struktur yang inklusif, koperasi dapat memobilisasi sumber daya lokal, meningkatkan kesejahteraan petani dan komunitas, serta memastikan manfaat ekonomi tersebar merata.

Berikut beberapa poin kunci yang disampaikan Menkop:

  • Pengelolaan hutan tropis: Koperasi dapat mengelola hutan secara berkelanjutan, memanfaatkan hasil hutan non‑kayu, serta berpartisipasi dalam program REDD+ untuk menghasilkan kredit karbon.
  • Ekonomi karbon: Melalui skema perdagangan karbon, koperasi dapat menjual kredit karbon yang dihasilkan dari penanaman pohon dan restorasi ekosistem, membuka sumber pendapatan baru bagi anggotanya.
  • Keanekaragaman hayati: Koperasi dapat mengembangkan produk berbasis bio‑diversitas, seperti obat tradisional, bahan baku farmasi, dan produk makanan organik, sekaligus melindungi spesies endemik.
  • Pembiayaan dan dukungan pemerintah: Pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitasi keuangan, pelatihan, serta insentif pajak bagi koperasi yang berorientasi pada ekonomi hijau.

Ferry juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil—untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi inovasi hijau. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memanfaatkan potensi alam Indonesia secara bijak, menjadikan koperasi sebagai kendaraan utama dalam transisi menuju ekonomi yang rendah karbon dan berkelanjutan.