Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membebaskan potensi anak Indonesia. Dalam sebuah pernyataan, beliau menyoroti bahwa pendidikan bukan sekadar transmisi ilmu, melainkan sebuah ruang yang harus mengembangkan kebebasan berpikir, kreativitas, dan rasa percaya diri anak.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan meliputi:
- Penerapan kurikulum yang menekankan pengembangan karakter dan nilai-nilai kebebasan.
- Peningkatan pelatihan guru agar mampu mengidentifikasi dan merespon kebutuhan psikologis siswa.
- Penyediaan fasilitas belajar yang ramah anak, termasuk ruang terbuka dan area bermain kreatif.
- Penguatan kebijakan anti‑bullying dan perlindungan anak di lingkungan sekolah.
- Pengintegrasian teknologi secara bijak untuk memperluas akses belajar tanpa mengurangi interaksi sosial.
Arifah juga menekankan bahwa pendidikan harus menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan gender. Anak perempuan, khususnya, perlu diberikan kesempatan yang setara untuk mengakses ilmu pengetahuan dan mengembangkan potensi kepemimpinan mereka.
Dengan menempatkan kebebasan anak sebagai inti kebijakan pendidikan, Menteri berharap generasi mendatang akan tumbuh menjadi individu yang kritis, mandiri, dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.




