Menteri LH Apresiasi Langkah Wali Kota Pekanbaru Dorong Waste to Energy dan Penataan TPA
Menteri LH Apresiasi Langkah Wali Kota Pekanbaru Dorong Waste to Energy dan Penataan TPA

Menteri LH Apresiasi Langkah Wali Kota Pekanbaru Dorong Waste to Energy dan Penataan TPA

Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, atas inisiatif inovatif dalam mengatasi masalah sampah kota. Pemerintah pusat menilai kebijakan yang menggabungkan program waste-to-energy (WTE) dengan penataan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai langkah penting menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Program waste-to-energy yang direncanakan mencakup pembangunan fasilitas pembangkit listrik berbasis biomassa dan gas landfill. Fasilitas tersebut diproyeksikan dapat mengolah ribuan ton sampah organik setiap harinya menjadi energi listrik yang cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan listrik rumah tangga di Pekanbaru.

Selain itu, pihak pemkot berkoordinasi dengan tim Green Policing untuk memperkuat pengawasan dan penegakan regulasi terkait pembuangan sampah ilegal. Kolaborasi ini melibatkan polisi lingkungan, dinas kebersihan, dan komunitas lokal dalam kegiatan inspeksi, edukasi, serta penindakan terhadap pelanggar.

Langkah-langkah utama yang diambil antara lain:

  • Mengidentifikasi lokasi potensial untuk instalasi waste-to-energy dengan dukungan studi kelayakan teknis dan finansial.
  • Menutup atau memindahkan titik pembuangan sampah yang tidak memenuhi standar lingkungan ke TPA terintegrasi yang telah diperbaiki.
  • Mengimplementasikan sistem pemilahan sampah di sumber (rumah tangga, pasar, dan industri) untuk meningkatkan rasio daur ulang.
  • Melakukan pelatihan bagi petugas Green Policing dalam penggunaan perangkat pemantauan kualitas udara dan deteksi kebocoran gas metana.
  • Menggalakkan program edukasi publik melalui media sosial, sekolah, dan forum warga tentang manfaat waste-to-energy dan pentingnya pengelolaan TPA yang baik.

Pekanbaru, yang dikenal sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi cepat, menghadapi tantangan peningkatan volume sampah rumah tangga dan industri. Dengan mengintegrasikan waste-to-energy dan penataan TPA, diharapkan beban lingkungan dapat berkurang, emisi gas rumah kaca menurun, dan kualitas hidup masyarakat meningkat.