Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Jakarta, 26 Juni 2024 – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH) Moh Jumhur menegaskan bahwa ekonomi hijau bukan sekadar konsep teoritis, melainkan kebutuhan mendesak bagi pembangunan yang inklusif dan lestari di Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara Forum Ekonomi Hijau Nasional, Jumhur menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi tradisional yang mengabaikan dampak lingkungan akan memperparah ketimpangan sosial dan mempercepat degradasi alam. Ia menambahkan bahwa transisi ke model ekonomi berbasis sumber daya terbarukan dan efisiensi energi dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Penguatan regulasi yang mendorong penggunaan energi bersih di sektor industri dan transportasi.
- Peningkatan investasi publik dan swasta dalam proyek energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa.
- Pembentukan mekanisme insentif bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengadopsi praktik produksi ramah lingkungan.
- Pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan listrik pintar dan fasilitas pengelolaan limbah yang modern.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan yang menitikberatkan pada teknologi hijau.
Jumhur juga menyoroti data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kontribusi energi terbarukan terhadap total bauran energi nasional masih di bawah 10 persen. Ia menargetkan kenaikan menjadi 23 persen pada tahun 2029 melalui serangkaian kebijakan terintegrasi.
Untuk memantau implementasi, Kementerian LH akan membentuk tim lintas sektoral yang melaporkan progres secara berkala kepada Presiden. Tim tersebut akan menilai efektivitas program, mengidentifikasi hambatan, dan menyusun rekomendasi perbaikan.
Dengan menekankan bahwa ekonomi hijau adalah landasan bagi pembangunan inklusif, Jumhur berharap seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—bersinergi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sejahtera, dan berkelanjutan.




