Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mengakui bahwa penanganan sampah laut dan pengelolaan kepulauan masih menghadapi berbagai kendala yang signifikan. Dalam sebuah konferensi pers, beliau menyampaikan bahwa meskipun kebijakan dan program telah disusun, implementasinya belum optimal karena faktor geografis, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi antar lembaga.
Beberapa tantangan utama yang diungkapkan antara lain:
- Ruang lingkup wilayah kepulauan yang sangat luas, menyulitkan pengumpulan dan pemrosesan sampah secara terpadu.
- Kurangnya infrastruktur pengolahan sampah di pulau-pulau kecil, sehingga banyak sampah berakhir di pantai atau laut.
- Pendanaan yang belum memadai untuk mengoperasikan fasilitas pengelolaan sampah modern di daerah terpencil.
- Keterbatasan tenaga kerja terlatih yang memahami teknik pengelolaan sampah laut.
- Koordinasi yang belum maksimal antara kementerian, pemerintah daerah, dan pihak swasta.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Menteri Nurofiq menyoroti rencana peningkatan anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk program kebersihan laut, serta memperkuat kemitraan dengan lembaga internasional dalam bidang teknologi pengolahan sampah. Pemerintah juga berencana mengadakan pelatihan bagi aparat lokal dan memberdayakan masyarakat setempat melalui program edukasi lingkungan.
Selain itu, kementerian berupaya memperluas jaringan pengumpulan sampah dengan mengoptimalkan penggunaan kapal patroli laut yang dilengkapi dengan peralatan penangkap sampah plastik. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke perairan secara signifikan dalam jangka menengah.
Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta dan komunitas nelayan, dalam menjaga kebersihan laut. Beliau berharap sinergi yang kuat dapat mempercepat pencapaian target pengurangan sampah laut Indonesia sesuai dengan komitmen dalam agenda pembangunan berkelanjutan.




