Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa nilai ekspor unggas nasional telah mencapai Rp18,2 miliar hingga akhir Maret 2026. Angka tersebut menandakan adanya surplus produksi unggas dalam negeri, yang kini dapat dipasarkan ke pasar internasional.
- Ketersediaan pasokan unggas yang melimpah akibat peningkatan produksi peternakan di berbagai provinsi.
- Kualitas produk unggas yang memenuhi standar keamanan pangan internasional.
- Upaya promosi dan dukungan kebijakan pemerintah dalam membuka akses pasar ekspor.
Berikut ringkasan nilai ekspor unggas per kuartal pada tahun 2026:
| Kuartal | Nilai Ekspor (Rp Miliar) |
|---|---|
| Q1 (Jan‑Mar) | 18,2 |
Destinasi utama ekspor unggas Indonesia meliputi negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan beberapa negara di Afrika. Kualitas daging unggas dan telur yang konsisten serta harga yang kompetitif menjadi keunggulan utama dalam persaingan pasar global.
Peningkatan nilai ekspor ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen unggas terbesar di kawasan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan serta pendapatan peternak lokal.
Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya mempertahankan produksi yang berkelanjutan, meningkatkan standar kebersihan serta mengoptimalkan rantai pasok untuk memastikan stabilitas pasokan dan kualitas produk yang dapat bersaing di pasar internasional.




