Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa tiga kawasan lahan yang akan dijadikan lokasi rumah susun (rusun) di daerah Tanah Abang, Jakarta, sepenuhnya berada di atas tanah negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri oleh pejabat terkait pada Senin (18 April 2026).
Program rusun Tanah Abang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi kekurangan rumah layak huni di ibu kota serta menekan laju kenaikan harga properti. Sirait menambahkan bahwa proses perizinan telah selesai, dan tahap awal pembangunan diproyeksikan akan dimulai pada kuartal ketiga 2026 dengan target selesai pada akhir 2029.
- Lokasi: Jembatan Semanggi, Pintu Air, Jalan Kebon Kacang.
- Luas total: ±12,5 hektar.
- Target hunian: sekitar 5.000 unit rusun.
- Jadwal: Mulai Q3 2026 – selesai 2029.
Pihak Kementerian PKP juga menegaskan bahwa seluruh biaya pembangunan akan dibantu oleh anggaran negara serta kerja sama dengan BUMN dan developer swasta melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP). Pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga sewa yang terjangkau serta menyediakan fasilitas umum seperti taman, tempat ibadah, dan ruang serbaguna di dalam kompleks.
Sirait menutup pernyataan dengan mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, termasuk pengumpulan masukan mengenai desain dan fasilitas yang dibutuhkan. Ia berharap proyek ini dapat menjadi contoh sukses dalam penyediaan rumah susun yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.




