Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai bahwa arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026 secara umum dapat berlangsung lebih aman dan terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, serangkaian langkah strategis yang dilaksanakan oleh Kementerian PU serta koordinasi lintas sektoral berhasil menurunkan risiko kemacetan, kecelakaan, dan penularan penyakit.
Beberapa langkah utama yang diungkapkan antara lain:
- Peningkatan kapasitas dan kualitas jalan utama dengan penambahan jalur khusus untuk kendaraan berat.
- Penerapan sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi, termasuk pemantauan real‑time melalui CCTV dan aplikasi mobile.
- Penambahan layanan transportasi publik, seperti bus antarkota dan kereta api, yang disubsidi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
- Penguatan koordinasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Badan Penanggulangan Bencana untuk penanganan darurat.
- Penerapan protokol kesehatan di stasiun, terminal, dan pos satpam, termasuk penyediaan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu.
Selain itu, Kementerian PU juga menyusun tabel prioritas pengerjaan infrastruktur selama periode mudik, yang mencakup jalan tol, jembatan penyeberangan, dan fasilitas istirahat bagi pengendara.
| Jenis Infrastruktur | Lokasi Prioritas | Target Penyelesaian |
|---|---|---|
| Jalan Tol | Jalan Tol Trans‑Jawa Barat | Desember 2025 |
| Jembatan | Jembatan Selat Sunda (rencana) | Juni 2026 |
| Fasilitas Istirahat | Pintu Tol Cirebon‑Kuningan | Mei 2026 |
Dody Hanggodo menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas dan protokol kesehatan. Ia mengajak semua pihak, termasuk pengemudi, penumpang, dan penyelenggara transportasi, untuk berkontribusi menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik.
Dengan upaya terpadu ini, diharapkan jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dapat turun setidaknya 15 % dibandingkan data tahun 2025, dan risiko penyebaran COVID‑19 atau penyakit menular lainnya dapat diminimalisir.




