Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Bintang grup K‑Pop Demon Hunters, Ejae, mengungkapkan bahwa menulis lagu menjadi kunci utama dalam proses pemulihannya setelah mengalami kegagalan menjadi idol dan terjebak dalam depresi. Setelah audisi yang tidak berhasil, ia sempat merasakan kehilangan arah, menurunnya rasa percaya diri, hingga gejala depresi yang mengganggu aktivitas sehari‑hari.
Berawal dari keinginan untuk menyalurkan perasaan yang terpendam, Ejae mulai menuliskan lirik dan melodi secara mandiri. Proses kreatif tersebut tidak hanya memberikan outlet emosional, tetapi juga membantu ia menemukan kembali tujuan hidupnya. Berikut langkah‑langkah yang diambil Ejaur dalam menulis lagu sebagai terapi:
- Merefleksikan perasaan: Ia mencatat semua pikiran kelam dan harapan yang muncul, lalu mengubahnya menjadi bait lirik.
- Menggunakan melodi sederhana: Tanpa tekanan produksi profesional, Ejae menciptakan melodi yang mudah diingat, memungkinkan fokus pada pesan emosional.
- Berbagi dengan teman dekat: Lagu‑lagunya diperdengarkan kepada sahabat dan anggota grup, yang memberikan dukungan moral.
- Merekam demo secara mandiri: Dengan peralatan rumah tangga, ia merekam versi awal untuk menilai perkembangan emosionalnya.
- Menjadwalkan penulisan rutin: Konsistensi menulis menjadi kebiasaan harian, membantu stabilisasi mood.
Hasilnya, beberapa lagu yang ditulis Ejae kemudian dipublikasikan secara terbatas di platform musik digital, memperoleh respon positif dari para penggemar. Banyak yang menyatakan bahwa liriknya menyentuh dan memberikan harapan bagi mereka yang mengalami masalah serupa.
Kasus Ejae menambah daftar contoh artis K‑Pop yang membuka tabir perjuangan kesehatan mental, seperti BTS, IU, dan BLACKPINK, yang juga pernah berbicara tentang pentingnya self‑care. Dengan menuliskan lagu, Ejae tidak hanya memulihkan diri, tetapi juga menginspirasi komunitas untuk lebih terbuka dalam mengatasi depresi.
Ke depan, Ejae berencana terus mengembangkan kemampuan menulisnya, menjadikan musik sebagai sarana penyembuhan berkelanjutan dan memperkuat identitasnya di industri hiburan.







