Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persik Kediri berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tamu. Pelatih Arema, Marcos Santos, mengungkapkan bahwa faktor utama kekalahan timnya adalah kurangnya determinasi pemain di lapangan.
Santos menilai bahwa sejak menit pertama, beberapa pemain tampak ragu dalam mengambil keputusan, baik dalam menyerang maupun bertahan. Kurangnya semangat juang ini terlihat dari kurangnya tekanan pada lini pertahanan Persik serta penurunan intensitas dalam pergerakan serangan.
Berikut poin-poin utama yang disorot oleh sang pelatih:
- Rasa takut melakukan aksi berisiko, mengakibatkan peluang emas terlewat.
- Keterbatasan komunikasi antar lini, khususnya antara gelandang dan penyerang.
- Penurunan konsentrasi pada fase transisi, sehingga Persik mudah memanfaatkan ruang kosong.
Selain faktor mental, Santos juga menyoroti beberapa aspek taktis yang perlu diperbaiki:
- Pengaturan formasi yang terlalu defensif pada babak pertama, sehingga menyerang menjadi terbatas.
- Kurangnya variasi dalam serangan balik, membuat Persik dapat memprediksi gerakan Arema.
- Penggunaan pemain pengganti yang belum optimal, sehingga tidak dapat mengubah dinamika permainan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Marcos Santos berencana melakukan beberapa langkah pada latihan berikutnya, antara lain meningkatkan intensitas latihan kebugaran, mengadakan sesi mental coaching, serta memperbanyak skenario simulasi pertandingan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pemain.
Jika tim dapat meningkatkan determinasi serta memperbaiki taktik, Arema FC diharapkan dapat bangkit kembali dan memperbaiki posisi klasemen.




