Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Minum teh manis sesaat setelah selesai makan memang terasa menyegarkan, namun para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko kesehatan bila dilakukan secara berlebihan.
Bagaimana teh memengaruhi proses pencernaan?
Teh mengandung kafein dan tanin. Kafein dapat merangsang produksi asam lambung, sementara tanin berpotensi mengikat zat besi dan nutrisi lain sehingga mengurangi penyerapan di usus. Ketika teh dikonsumsi tepat setelah makanan, kedua zat ini dapat mengganggu proses pencernaan dan mengurangi efektivitas penyerapan nutrisi penting.
Risiko gula berlebih
Teh manis biasanya mengandung tambahan gula pasir atau pemanis cair dalam jumlah yang tidak sedikit. Konsumsi gula tinggi secara rutin dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan, gula darah tidak stabil, dan pada jangka panjang berkontribusi pada diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular.
Pengaruh pada kesehatan jantung dan tekanan darah
Kafein yang terdapat pada teh dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara pada sebagian orang, terutama mereka yang sensitif terhadap stimulan. Bila kebiasaan minum teh manis setelah makan diulang setiap hari, beban tambahan gula dan kafein dapat memberi tekanan pada sistem kardiovaskular.
Rekomendasi praktis dari dr. Aditya Surya Pratama
- Tunggu minimal 30 menit setelah selesai makan sebelum meneguk teh.
- Batasi konsumsi teh manis tidak lebih dari satu hingga dua gelas per hari.
- Pilih varian teh tanpa tambahan gula atau gunakan pemanis alami dalam takaran kecil.
- Perhatikan respons tubuh; bila terasa gelisah, jantung berdebar, atau gangguan pencernaan, kurangi frekuensi konsumsi.
Dengan memperhatikan waktu dan kuantitas, Anda tetap bisa menikmati rasa teh yang menyegarkan tanpa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan.







